Hadiah Sastera Perdana Malaysia 2008/2009

Hadiah Sastera Perdana Malaysia 2008/2009
Penulis (Guru Cemerlang BM dan Munsyi Dewan) menerima Hadiah Sastera Perdana Malaysia 2008/2009 daripada YAB Tan Sri Dato' Hj. Muhyiddin Hj. Mohd Yassin, Timbalan Perdana Menteri Malaysia di Dewan Bankuet, Menara DBP, Kuala Lumpur pada 30 November 2010.

Monday, May 23, 2016

Antologi Puisi - SYAIR PERSAHABATAN DUA BANGSA



Ewith Bahar, July 29, 2015 

Teman-teman, Ini daftar nama 100 penyair Indonesia dan Malaysia untuk buku antologi puisi "SYAIR PERSAHABATAN DUA BANGSA" yang diterbitkan sebagai bagian dari perhelatan Temu Sastra Indonesia Malaysia, yang akan berlangsung di Bandung, 18-20 September 2015. Insyaa Allah

PENYAIR INDONESIA:
Acep Zamzam Noor, Adri Darmadji Woko, Akhmad Sekhu, Akhmad Taufiq, AJ Susmana, Anwar Putra Bayu, Ariany Isnamurti, Bambang Widiatmoko, Beni Setia, Deknong Kemalawati, Diah Hadaning, Dian Hartati, Dimas Arika Mihardja, Dino Umahuk, Eddie Prabu, Eka Budianta Dua, Elly Andromeda, Endang Supriadi, Ewith Bahar, Fadli Zon, Faruk Tripoli, Fadjroel Rachman, Frieda Amran, Handrawan Nadesul, Handry Tm, Heni Hendrayani Sudarsana, Heryus Saputro, Ilham Q Moehiddin, Imron Tohari, Irawan Massie, Isbedy Stiawan Z S, Iverdixon Tinungki, Jim B Aditya, Johny Itam, Jose Rizal Manua, Kurnia Effendi, Kurniawan Junaedhie, Mario F Lawi, Moh. Ghufron Cholid, Muhammad Rois Rinaldi, Nanang R Supriyatin, Naning Pranoto, Narudin Pituin, Nia Samsihono, Rama Prambudhi Dikimara, Ratna Ayu Budhiarti, Reda Gaudiamo, Sastri Bakry, Sihar Ramses Simatupang, Gustu Sinduputra, Slamet Riyadi Sabrawi, Soni Farid Maulana, Sonny H. Sayangbati, Syarifuddin Arifin Dua, Tetet Srie WD, Titi Rumsiti, Udin Sape Bima, Uki Bayu Sedjati, Viddy Daery, Violetta Simatupang, Wahyu Wibowo, Wannofri Samry, Warih Wisatsana, Wayan Jengki Sunarta, Yahya Andi Saputra, Yanie Wuryandari, Yonathan Rahardjo, Yurnaldi Paduka Raja, Yusuf Susilo Hartono.
PENYAIR MALAYSIA:
A Wahab Ali, Ahmad Khamal Abdullah, Anwar Ridhwan, Baha Zain, Borhan Md. Zain, Chai Loon Guan, Dharma Wijaya, Djazlam Zainal, Dr. Ibrahim Ghaffar, Hasimah Harun, Hasyuda Abadi, Irwan Abu Bakar, Ismas Saring, Latiff Mohiddin, Letfee Ahmad, Lim Swee Tin, Malim Ghozali PK, Muhammad Haji Salleh, Muhammad Saleeh Rahamad, Nassury Ibrahim, Noordin Hassan, Puzi Hadi, Raja Rajeswari Seetha Raman, Rosli K Matari, Rosmiaty Shaari, Shirley Idris, Siti Robiah Binti Ismail, Siti Zainon Ismail, Yahya Isa, Zaen Kasturi, Zurinah Hassan.
Sejak abad 14, syair tumbuh subur di bumi Indonesia dan Malaysia. Awal mula diadaptasi oleh para pujangga dari puisi-puisi tasawuf Arab dan Parsi. Melewati ratusan tahun, sampai ke masa kini, penyair menemukan jalan sendiri-sendiri dalam memberi karakter pada puisi-puisi mereka. Kekinian sudah dipengaruhi oleh begitu banyak faktor. Modernisasi, strata pendidikan, pengaruh sastra barat, dan lain-lain.
Tiga ratus puisi yang tercantum dalam buku ini memperlihatkan dinamika yang menarik. Tema yang paling banyak diminati, adalah agama dan cinta. Ditambah tema-tema lain, seperti kebangsaan, cerita legenda, dsb. Tentu dengan cara penyampaian yang berbeda-beda, rasa dan selera. Semua gurih dan indah.
Buku ini bukan jembatan antara Malaysia dan Indonesia. Karena bila disebut jembatan, berarti kita pernah terpisah. Padahal tentang penyair dan puisi, selalu soal hati. Hati kita tak pernah terpisah, sehingga buku ini bolehlah kita sebut sebagai tali pengikat, agar selalu erat.
Salam puisi.

No comments: