Hadiah Sastera Perdana Malaysia 2008/2009

Hadiah Sastera Perdana Malaysia 2008/2009
Penulis (Guru Cemerlang BM dan Munsyi Dewan) menerima Hadiah Sastera Perdana Malaysia 2008/2009 daripada YAB Tan Sri Dato' Hj. Muhyiddin Hj. Mohd Yassin, Timbalan Perdana Menteri Malaysia di Dewan Bankuet, Menara DBP, Kuala Lumpur pada 30 November 2010.

Monday, May 27, 2013

Sajak - Puisi dalam Dunia





PUISI DALAM DUNIA

Alam buana
mahakaya kurniaan Tuhan
milik kita
flora dan fauna
sungai lautan
rimba belantara
di sinilah, kita corak warnakan
panorama hidup
dengan bestari akal
tanpa jejeriji kebendaan
atau dibelenggu hawa nafsu
ketamakhalobaan duniawi
keculasan manusia
di buana fana

Alam buana milik-Nya
pusaka warisan
anak-anak bangsa dunia
khazanah warisan anak cucu
bumi tercinta
waadat setiap makhluk yang bernafas
dalam hukum cakerawala
sebelum bisa kita calitkan
pastel kebahagiaan dan kemanusiaan
pada kanvas alam sarwajagat
berpelangikan rerona cinta
bermelodikan lelagu puisi
di dada samudera kehidupan

Barangkali benar, rumah dunia ini
pentas mergastua fauna
mengutuskan salam silaturahim
ke seantero benua
atau dilepasbebaskan merpati kemerdekaan
dari belenggu kepincangan
dari belenggu kongkongan
berabad lamanya
tanpa duka
tanpa luka

Marilah, kita panjatkan doa
agar cucu-cicit piut-miut dunia
dapat berpuisi riang
tanpa membilang
siapa kaya miskin
tanpa menghitung
daerah kota desa
tanpa mentafsir
warna kuasa darjat bangsa
kerana kita semua
anak bumi manusia
anak bumi tercinta

Pasrah dan bersyukurlah kita
dikurniai alam ceria
dibelai makmur cinta
dipupuk harmoni
disemai jati diri
tanpa mudah tergoda
dek janji-janji manusia seteru
yang takbur
yang angkuh
lupa alpa
tamak haloba
bercatur kuasa
bersaing nama
di pentas siasah kehidupan

Barang kali benar, pentas dunia ini
satu ilusi
yang bertopengkan kepalsuan
atau fatamorgana berlandskapkan keculasan
sang sutradaranya
atau barangkali benar
kebenaran itu kian luka
di rumah sang pura-pura
di rumah sang pendusta
di rumah sang pengadu domba
toksik minda
kloroflourokarbon jiwa
kanser leukemia 
HIV dan AIDS
menggugah sarwajagat hidup
dunia manusia
benarkah begitu?

Saban hari
seringkali kita dipertontonkan
acapkali kita diperdengarkan
oleh ceritera manusia
yang terpaksa bertarung
di dunia polusi
ciptaan sang kapitalis
yang gila laba
di tengah-tengah kota
pencakar langit
ketika sang marhaen
masih belum putus asa
memburu rezeki hidup
dengan air liur
kudrat empat kerat
dan mata pena
polusi perlu dibanteras
tragedi perlu diberantas
rimba dipulihara
alam-Nya dilestarikan
untuk anak-anak warisan

Alangkah ceria harmoninya rumah kehidupan ini
jika tiang iman kental kukuh
jika jendela akhlak sopan berbudi
jika kamar kemanusiaan membungakan kebahagiaan
jika ruang ketanggungjawaban merenung tafsir
dengan akal mata
dengan empati hati
ah, betapa indahnya cakerawala-Mu, Tuhan
alangkah baiknya bumi yang kita huni ini
bebas, sebebasnya
daripada nafsu buas kebinatangan manusia
bebas, sebebasnya
daripada api sengketa percaturan kuasa
bebas, sebebasnya
daripada noda cemar dunia bobrok
kuasawan durjana
yang buta rasa
yang buta jiwa

Sebenarnya,
kitalah, sang pelukis
yang mencorakwarnakan sketsa dunia
dengan seribu garis
dengan sejuta warna
di pundak kita
terpikul amanah dan wasiat
untuk mencemerlangwangikan dunia
anak-anak generasi
di bumi manusia
tanpa polusi noda
tanpa polusi dosa
tanpa polusi sengsara
tanpa polusi sengketa
ayuh, biarkan melodi puisi
mengharmonikan dunia!

Chai Loon Guan,
BTPN Ipoh, Perak Darul Ridzuan. 9 - 11 April 2013.

(Sumber: Jendela Utara - April 2013)

No comments: