Hadiah Sastera Perdana Malaysia 2008/2009

Hadiah Sastera Perdana Malaysia 2008/2009
Penulis (Guru Cemerlang BM dan Munsyi Dewan) menerima Hadiah Sastera Perdana Malaysia 2008/2009 daripada YAB Tan Sri Dato' Hj. Muhyiddin Hj. Mohd Yassin, Timbalan Perdana Menteri Malaysia di Dewan Bankuet, Menara DBP, Kuala Lumpur pada 30 November 2010.

Tuesday, July 31, 2012

PMR PERCUBAAN NEGERI PERAK 2012



Peperiksaan Percubaan Selaras PMR Peringkat Negeri Perak 2012 mulai:
1 Ogos 2012 hingga 3 Ogos 2012 (Rabu - Jumaat) dan 7 Ogos 2012 hingga 10 Ogos 2012 (Selasa - Jumaat).
Selamat menduduki peperiksaan buat murid-murid Tingkatan 3, SMK Methodist, Tg. Malim. Salam.

DUNIA ANGGERIK






DUNIA ANGGERIK

Rumah


Seni Lukis - Rumah yang ditinggalkan (tafsiran penulis) oleh Sterling Edwards.

Monday, July 30, 2012

PUISI - ISTANA CINTA 2012


Antara Sajak Penulis dalam Antologi Istana Cinta 2012

1
CERITERA RINDU 

Kusemaikan rinduku
Di rimba kasih
Agar merdu alam
Beralunan ceria
Sesyahdu lelagu
Flora fauna kehidupan

Kulabuhkan rinduku
Di laut cinta
Agar ceritera
Sukaku dukaku
Bercumbu di gigi pantai
Dan, berdarmawisatalah ikan-ikan
Berenang-renang di lubuk kenangan

Kupulihara rinduku
Di kebun bahagia
Kusemaikan rinduku
Di kebun cinta
Agar kasihku mewangi
Di taman-Nya
Agar cintaku berbunga
Di buana-Nya!

Chai Loon Guan,
Taman Intan Setia, Tg. Malim.

2
CINTA I

Cinta
membahagiakan duka
Duka
melukakan bahagia
Cinta
Mewangikan harapan
Duka
Mematangkan kehidupan

Cinta
Syurga buana
Duka
Neraka sukma
Tanpa cinta
Aku kehausan di tanah gersang
Tanpa duka
Aku keangkuhan di kamar cerlang
Cinta seteru lara
Duka seteru bahagia

Chai Loon Guan, 
Tg.Malim.

3
CINTA II

Memberikan kebahagiaan kepada kekasih
Adalah cinta
Memberikan kesejahteraan kepada kekasih
Adalah cinta
Memberikan keharmonian kepada kekasih
Adalah cinta

Cinta bukan sekadar lafaz kata
Atau teka-teki rindu dendam rasa
Cinta bukan sekadar wangi asmara
Atau metafora suka duka
Dalam personifikasi cinta
ada aksara tanggungjawab bukan kelalaian
ada aksara kesetiaan bukan kecurangan
ada aksara ketaqwaan bukan kemungkaran
ada aksara keharmonian bukan keributan
ada aksara kemakmuran bukan kebobrokan

Cinta
Adalah rumah kehidupan seorang isteri
dalam pelukan kasih suci seorang suami!

Chai Loon Guan,
Resort Bayview Batu Ferringhi, 
Pulau Pinang.

4
KATA DUKA DENDAM CINTA

Kata
adalah tajam pisau
Bisa menghiris kalbu
Duka
Adalah racun lara
Bisa membunuh impian
Dendam
Adalah sembilu amarah
Bisa menjarakkan persahabatan
Bisa menggalakkan perseteruan
Cinta
Adalah panah pesona
Bisa menikam kalbu kehidupan!

Chai Loon Guan, 
Tg. Malim.

5
WARKAH BUAT SURI 

Nafas resah gelisahku
Kubenamkan di dasar sungai bahagiamu
Riak gejolak amarahku
Kusemaikan di kebun tabahmu
Wajah ego angkuhku
Kucalitkan di sketsa mesramu

Gadisku, kau suri teladan
Isteri kesayangan
Ibu pujaan
Anak zaman-berzaman!

Chai Loon Guan,
SMK Methodist, Tg. Malim.

6
HUJAN RINDU

tiba-tiba, hujan rindu
membasahi rumah cinta
titis-titis kasih
menyirami kebun duka
menyirami kebun bahagia

akukah sang pengembara
di  kembara senja
masih tercari-cari
akan bening aman
dalam sketsa hujan
yang kian sasau?

biarkan, hujan rindu
membanjiri bumimu, kekasih
semoga bebunga ceria
menguntum bahagia
di taman kehidupan
dalam kesyukuran!

Chai Loon Guan,
Tg. Malim.

Sunday, July 29, 2012

Karangan - Peristiwa...


Peristiwa Yang Tidak Dapat Saya Lupakan Selagi Hayat Dikandung Badan.

        Hujan turun dengan lebatnya. Senario tersebut membuat saya teringat akan suatu peristiwa yang pernah berlaku lima tahun yang lalu. Walaupun hal itu sudah lama berlalu, namun nostalgia pahit tersebut tidak akan saya lupakan.

        Pada masa itu, saya hanya seorang budak perempuan yang berumur lapan tahun. Setiap hari, datuk saya yang uzur perlu menghantar saya ke sekolah dengan menunggang basikal.

        Hari itu, datuk seperti biasa menunggang basikal menghantar saya ke sekolah. Tiba-tiba, hujan turun dengan lebatnya seolah-olah tanpa belas kasihan. Permukaan jalan raya menjadi amat licin. Botol minuman kesayangan saya terjatuh dan bergolek ke dalam longkang besar yang dalam dan deras airnya.

      Saya memohon pertolongan datuk untuk mendapatkan botol minuman saya itu tetapi tidak berjaya. Saya menangis teresak-esak. Datuk tidak sanggup mendengar tangisan saya. Akhirnya, datuk ingin cuba menolong saya walaupun keuzuran.

  Tanpa dijangka, air yang deras telah melemaskan datuk. Suatu tragedi yang cukup mengerikan hidup saya. Atas kedegilan seorang cucu, saya kehilangan seorang datuk yang penyayang. Tragedi tersebut masih membelenggu diriku seolah-olah aku tidak dapat memaafkan diri aku sendiri.

  Nasi sudah menjadi bubur. Sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tidak berguna. Apabila saya teringat akan tragedi tersebut, wajah ceria datuk akan bersketsa di buana kehidupan saya. Yang penting tragedi tersebut telah mematangkan usia saya di alam yang fana ini. Belangsungkawa datuk.

Disediakan oleh,
Teoh Soo Yeen, Tingkatan 1 Meekness, SMK Methodist, 35900 Tanjong Malim, Perak Darul Ridzuan.

Olympic Games 2012


Malaysia's flag bearer Pandelela Rinong Pamg (R) holds the national flag as she leads the contingent in the athletes parade during the opening ceremony of the London 2012 Olympic Games at the Olympic Stadium July 27, 2012. REUTERS/Mike Blake (BRITAIN - Tags: SPORT OLYMPICS)

Saturday, July 28, 2012

Seni Lukis


Seni Lukis - Sapu Tikus oleh Kinkin Crow. Sesungguhnya, kebersihan asas kesihatan.

Seni Lukis


Seni Lukis - Warisan Sarawak oleh Tan Wei Kheng.

Thursday, July 26, 2012

KRS MES 2012


Pasukan KRS MES 2012 bergambar kenangan untuk Majalah Goodwill 2012.

Wednesday, July 25, 2012

HAG MES 2012


Tetamu Kehormat Majlis Hari Anugerah Gemilang SMK Methodist, Tg. Malim, 19 JULAI 2012 - YBhg. Encik Kuganeswaran a/l Nadarasa, Jurutera, JKR Daerah Batang Padang.

BONUS RAYA 2012



Dedicated To All Those Born in 1940's, 50's, 60's:


Dedicated To All Those Born in 1940's, 50's , 60's:
Dr. Santhi Raghavan (Alumni MES)

We had no maids. Our mothers cooked, cleaned and took care of the whole family. They still had time to chat with neighbours.

Everyone had candy floss, fizzy drinks and shaved ice with syrups of different colours - brown, red and green. Diabetes was rare and Aspirin/Aspro cured all illness. We rode adult's bicycle to school, the richer ones had their own mini-bikes. Ironically, we all had problems with our brakes, and after running into the bushes a few times, we learned how to solve the problem. School prefects were a fearful lot ... more fearful than the teachers. Detention class was like going to prison for a day. We had "public caning" in schools.

NO ONE ever won the big prizes on "Tikam". It was a scam but it did not stop us coming back for more.

Motorbikes were ridden without helmets. It was rare to ride in a private taxi. Taking a bus was luxury - we either cycled or walked everywhere.

We drank water from the tap and NOT from bottles.

We spent hours in fields under the sun, playing football or flying kites, without worrying about UV rays.

We roamed free catching spiders and did not worry about Aedes mosquitoes. We kept our spiders in match boxes and were ready for a spider fight anytime.

With just 5 pebbles, girls played endless games and the boys ran like crazy for hours playing with balls. And there were hop-scotch, galah panjang and main getah!

When it rained, we swam in the drains & canals to catch "ikan keli", none of us dissolved in rain.

We shared one bottle of F&N soft drink with friends, NO ONE actually worried about catching anything.

We ate salty, sweet & oily foods, bread had real butter and sometimes condensed milk. We enjoyed very sweet coffee, tea, and "ice kacang" but we were not obese because....... WE WERE OUT PLAYING ALL THE TIME!!

We left home in the morning and played all day till hunger drove us back home. When needed, our parents knew how to find us. NO ONE actually watched over us and WE ALWAYS WERE SAFE.

WE DID NOT HAVE HANDPHONES BUGGING US. We rode bikes or walked over to a friend's house and just yelled for them!

We did not have Playstations, X-boxes, Nintendo's, multiple channels on cable TV, DVD movies, no surround sound, no phones, no personal computers, no Internet. WE HAD FRIENDS and we went outside and found them! Our TV was black and white with one channel only.

We fell off trees, got cut, broke bones and teeth and we still continued the stunts.

We did not have birthday parties till we were 21, that is when we started to take notice of girls and boys. In badminton, we did not change the shuttle as long as it was in flight. Regardless of how many feathers were left in the shuttle, our game continued... but still Wong Peng Soon, Tan Aik Huang, Tan Yee Khan and Ng Boon Bee, as well as Punch Gunalan, made us proud in badminton.

Match-boxes were always "chilly" or "king kong" brand. To own a box of matches from a hotel was something great.

Regardless of whether we could afford one, we always knew Maths tuition was $10 a month. All parties were held in our homes.Morris Minor and the Volkswagen beetle were on our roads...driven alongside Kingswood, Vauxhall, Opel and Chrysler. Executives of companies drove Peugeot 504. Japanese cars were considered "inferior". There were no traffic lights, only roundabouts. The whole kampung came together during kenduris and all took turns to "kacau dodol". Chinese, Indians and Malays were all part of kenduris and all of us spoke Malay. Our favourite local performer was Rose Chan, Abdullah Chik, Andre Goh and the Beatles were the most popular musical band. John Wayne's westerns were popular Sunday Cheap Matinee draws. Admission was 25 cents per person. Malay weddings had joget sessions in the night. Ketupat were NEVER plastic wrapped. Football was played, rain or shine, barefooted in "padangs", where the thorny "Touch-Me-Nots" grew in abundance. In this game, Santokh Singh, Soh Chin Ann, Arumugam and Mokhtar Dahari made us proud, we actually beat South Korea in football. Susu lembu was delivered to our house by our big, friendly and strong "Bai" on his bicycle. The "laksa" and "putu mayam" man came peddling. The "kacang puteh" itinerant hawker balanced on his head a box with 6 compartments of different type of nuts and murukus.

We played "gasing", made our own kites & had kite fighting with kite strings coated with powdered glass cooked in glue. We made wooden guns & used the green fruits from the cherry tree as bullets. Kangkong was free…easily harvested by the riverside. Kembong fish was 30 cents a "kati" and nobody wanted "ikan pari" or sting ray which was considered an inferior fish.

When the Tai Thean Kew Circus or the London Royal Circus came to town, everybody went to see it. It was the best LIVE show I ever saw.Usually we did not have to BUY fruits; they were self planted or given by neighbours or friends.

The idea of parents bailing us out if we broke the law was unheard of. Our parents actually sided with the law! If we were caned in school for some wrong-doing, we were sure to be caned again at home. Parents never complained about teachers to the schools. Nobody knew about child psychology !

Yet this generation has produced some of the best risk-takers, problem solvers and inventors ever!The past 40 years have been an explosion of innovation and new ideas.

We had freedom, failure, success and responsibility, and we learned ......HOW TO DEAL WITH THEM ALL!

And YOU are one of them!

CONGRATULATIONS!

And while you are at it, forward it to your kids so they will know how brave their parents were.

Tuesday, July 24, 2012

PMR Percubaan Negeri Perak 2012



Peperiksaan Percubaan Selaras PMR Peringkat Negeri Perak 2012 mulai:
1 Ogos 2012 hingga 3 Ogos 2012 (Rabu - Jumaat) dan
7 Ogos 2012 hingga 10 Ogos 2012 (Selasa - Jumaat).
Harap maklum murid-murid Tingkatan 3, SMK Methodist, Tg. Malim. Salam.

Peranan Ibu Bapa


Ibu bapa memainkan peranan penting dalam menentukan kerjaya pilihan anak-anak. Bincangkan pernyataan di atas.


             Anak ibarat kain putih, ibu bapalah yang mencorakkannya. Dalam hal ini, jelaslah ibu bapa memainkan peranan yang penting dalam menentukan kemajuan dan kecemerlangan anak-anak dari aspek pendidikan, kesahsiahan serta kesihatan fizikal dan mental. Sebenarnya, ibu bapa juga mempengaruhi pemilihan kerjaya anak-anak mereka pada masa hadapan.    

              Pertama sekali, ibu bapa banyak mempunyai pengalaman kehidupan yang berharga. Dewasa ini, anak-anak berpendapat bahawa pilihan ibu bapa adalah yang terbaik kerana ibu bapa berdaya upaya untuk membandingkan serta memilih jenis pekerjaan yang lebih sesuai dengan kepakaran serta personaliti anak-anak kesayangan mereka. Oleh hal yang demikian, pandangan ibu bapa diutamakan untuk menjaga hati serta hubungan silaturahim dalam keluarga.

             Selain itu, pemilihan kerjaya anak-anak juga dipengaruhi oleh karier atau kerjaya ibu bapa mereka. Sebagai contoh, anak-anak akan mengikut jejak langkah ibu bapa yang bekerja sebagai seorang guru. Hal ini demikian kerana anak-anak telah didedahkan kepada bidang pekerjaan ibu bapa semenjak kecil lagi. Lama-kelamaan, anak-anak akan berpendapat bahawa kerjaya tersebut amat serasi dengan diri sendiri dan seterusnya membuat keputusan untuk memilih dunia kerjaya tersebut.

              Di samping itu, pendapatan dan faktor kewangan ibu bapa turut berperanan dalam menentukan kerjaya pilihan anak-anak. Sekiranya sesebuah keluarga menghadapi masalah kewangan seperti kekurangan wang serta ketiadaan sumber pendapatan  yang tetap, maka anak-anak tersebut terpaksa memilih dunia kerjaya yang mampu membantu atau meringankan beban keluarga. Dunia kerjaya seperti doktor, peguam dan arkitek sebenarnya bergaji besar dan berstatus tinggi di sisi masyarakat tetapi pada hakikatnya kos pengajian bidang profesional seumpama itu menelan belanja yang amat besar.

             Seterusnya, ibu bapa lebih menyedari dan memahami pencapaian anak-anak mereka sama ada dari segi tahap kebolehan mahupun minat. Contohnya, ibu bapa akan mengesyorkan kursus atau dunia kerjaya seni jikalau anak-anak amat berbakat serta berminat dalam bidang seni seperti seni lukis, seni hiasan dalaman, seni ukir dan sebagainya. Hal ini demikian kerana ibu bapa tidak mahu membebankan anak-anak untuk menceburi kerjaya yang bercanggah dengan kemampuan mereka. Sebaliknya, ibu bapa amat berharap agar anak-anak mereka memperoleh kejayaan yang cemerlang dalam bidang kerjaya menurut minat dan kecenderungan masing-masing.

            Sesungguhnya, ibu bapa memainkan peranan yang penting dalam menentukan kerjaya pilihan anak-anak. Sehubungan dengan itu, dorongan serta pandangan ibu bapa kepada anak-anak dari semasa ke semasa tidak boleh diabaikan. Dalam masa yang sama, ibu bapa haruslah membantu dan menasihati anak-anak memilih dunia  kerjaya berpandukan kebolehan anak-anak dan bukannya berlandaskan kepentingan dan cita-cita peribadi ibu bapa atau keluarga semata-mata.

Hasil kerja:
Chai Wei Kit, Tingkatan 3 Meekness, SMK Methodist, 35900 Tanjong Malim, Perak Darul Ridzuan.

Ucapan Tahniah

Tahniah, Dr. Chew Moy Hua! Saya dan warga MES, Tg. Malim tumpang gembira atas iltizam, kesungguhan dan kejayaan Dr. Salam.

Monday, July 23, 2012

Jom Ke Sekolah


Sketsa Pensel "Demi Ilmu, Cita-cita & Perjuangan" - Pelukis Indonesia.

Sunday, July 22, 2012

P & P - Cerpen BM T5

Selesai sudah penulis menyediakan bahan pengajaran dan pembelajaran (peta minda) untuk mata pelajaran BM Tingkatan 5 Sains 2, esok bersamaan 23 Julai 2012. Tajuk KOMSAS - Cerpen "Idola" karya Zaen Kasturi dan "Hutan Rimba" karya Sasjira. Harap murid-murid saya selesai menelaah teks kedua-dua cerpen tersebut. Sesungguhnya, membaca jambatan ilmu. Salam.

Friday, July 20, 2012

Karangan Peribahasa - Sehari Selembar Benang...


Sifat sabar dan tekun dalam melakukan sesuatu pekerjaan lama-lama akan berhasil juga sesuai dengan peribahasa, sehari selembar benang, lama-lama menjadi kain. Tulis sebuah cerita berdasarkan maksud peribahasa tersebut.

Peribahasa Melayu ‘sehari selembar benang, lama-lama menjadi kain bermaksud kalau seseorang mempunyai cita-cita, dia akan berusaha untuk mencapainya. Berikut adalah kisah seorang pelajar yang begitu rajin berusaha untuk mencapai cita-citanya.

Razif merupakan seorang murid Tingkatan 3 Hemah di Sekolah Menengah Kebangsaan Minasa. Razif merupakan seorang murid yang cemerlang dalam bidang kokurikulum. Beliau berminat dalam sukan memanah. Razif bercita-cita untuk menjadi olahragawan negara dan berharap untuk berkhidmat kepada bangsa dan negara. Razif mula berminat dalam acara memanah sejak beliau menyertai sukan memanah di sekolah. Beliau juga memberikan perhatian sepenuhnya semasa sesi latihan dan telah mempelajari teknik memanah dengan betul.

Razif senantiasa berbincang tentang teknik memanah dengan jurulatihnya untuk mempertingkatkan prestasinya dalam sukan memanah. Sikap rajin berusaha Razif telah menyebabkan beliau menjadi atlet memanah yang paling hebat di sekolah dalam masa 3 bulan sahaja sejak beliau menceburi acara itu. Razif pernah tewas dalam beberapa pertandingan tetapi beliau tidak mudah berputus asa. Beliau juga berpendapat bahawa kelemahan dapat diatasi melalui pengalaman.

Baru-baru ini, Razif telah mewakili sekolahnya dalam pertandingan. Dia berjaya  mendapat pingat emas dalam pertandingan  MSS daerah dan negeri. Beliau akhirnya diterima memasuki sekolah sukan selepas menamatkan pelajarannya di SMK Minasa. Beliau berasa bertuah kerana berpeluang untuk menggunakan prasarana sukan yang lebih lengkap dan moden di samping mendapat tunjuk ajar daripada jurulatih profesional dan berpengalaman di sekolah sukan tersebut. Hal ini telah menaikkan semangatnya untuk lebih berjaya dan mencipta kecemerlangan dalam sukan memanah sama ada di peringkat kebangsaan ataupun di peringkat antarabangsa.

Razif  mula menyertai pertandingan SUKMA dan berjaya memecahkan rekod di peringkat kebangsaan. Dengan prestasi yang cemerlang itu, Razif layak mewakili negara ke Kejohanan Sukan SEA. Akhirnya, beliau telah berjaya memperoleh pingat emas dalam acara kegemaran dan telah mengharumkan nama baik Malaysia di persada Asia Tenggara.

Walaupun Razif telah memenangi pertandingan peringkat antarabangsa, namun beliau tetap selalu berusaha untuk mempertingkatkan teknik memanahnya. Sesungguhnya, kejayaan Razif banyak berpegang teguh pada maksud peribahasa, “Sehari  selembar benang, lama-lama menjadi kain.”

Hasil karya:
Chiam Tow Yuet, Tingkatan 3 Meekness, SMK Methodist, 35900 Tanjong Malim, Perak Darul Ridzuan.

MES - Juara Robotik WRO Perak 2012


Tahniah dan syabas kepada Pasukan Robotik MES kerana telah berjaya muncul sebagai Johan, Naib Johan dan Tempat Kelima dalam Kejohanan Robotik WRO Kategori Terbuka Menengah Rendah peringkat Negeri Perak pada 18 Julai 2012. Selamat berjuang dan memperoleh kejayaan dan kecemerlangan dalam Kejohanan Robotik WRO peringkat kebangsaan 2012 nanti. Salam.

Muzakarah Munsyi Dewan 2012


Majlis Muzakarah Munsyi Dewan 2012 akan diadakan pada 28 November hingga 1 Disember 2012 di Institut Aminuddin Baki, Genting Highlands. Saya ingin mengucapkan terima kasih yang tidak terhingga kepada YBhg. Dr. Hj. Awang bin Sariyan, Ketua Pengarah DBP kerana mengadakan majlis ini. Saya juga amat berbangga apabila diundang untuk menyertainya. Salam Bahasa Jiwa Bangsa.

Salam Ramadan.



Esei untuk Tunas Cipta DBP 2012

Dek kesibukan tugas dan program utama sekolah, akhirnya berkat keizinan-Nya, selesai sudah penulis merencanakan esei untuk majalah Tunas Cipta DBP - Benarkah Spesies Penulis Muda Bukan Melayu Kian Pupus di Buana Kebahasaan dan Kesusasteraan Kebangsaan? Salam Bahasa Jiwa Bangsa.

Wednesday, July 18, 2012

TOP 14 ANTI-CANCER SUPER FRUITS


Health Remedies (AWHW)

TOP 14 ANTI-CANCER SUPER FRUITS

Many types of cancer are induced by the food we eat. Cancer can also be prevented or helped by adding super fruits to our diet. Here are the Top 14 best anti-cancer super fruits and why they are so good for you: >BLUEBERRIES Researchers have shown blueberries contain pterostilbene, anthocyanins, proanthocyanidins, resveratrol, flavonols, and tannins, which inhibit mechanisms of cancer cell development. Besides this, blueberry can also alleviate the effects of Alzheimer’s disease, prevent urinary tract infections, and reduce blood sugar.

GRAPES
A grape is a perennial and deciduous woody vine. Its berries can be eaten raw or be made into juice, jam, jelly, wine, raisins, and others. Grapes are found in almost all parts of the world. Grapes contain phytochemicals such as resveratrol which has been positively implicated to inhibit any type of cancer.

DRAGON FRUIT
Dragonfruit is rich in phytoalbumin antioxidants which help carcinogenic free-radical formation in the body. It is also rich in fiber, calcium, phosphorus, and vitamins C and B2, as well as its helps excrete metal toxins from the body.

CITRUS FRUITS
Citrus fruits include orange, lemon, grapefruit, etc. This kind of fruits contains a large number of bioflavonoids, which can enhance the activity of certain enzymes in human skin, lung, stomach and liver, and change the fat-soluble carcinogenic substance into water-soluble, so as to make them not easy to be absorbed and can be expelled out of the body. At the same time, they can enhance the absorptive capacity of vitamin C by the human body. Vitamin C is an important cancer substance, which can enhance human immunity, prevent the formation of nitrosamines--a strong carcinogen. What's more, it also has certain effect in the prevention and treatment of gastrointestinal cancer.

A study published a few years ago in the journal Nutrition and Cancer, for instance, found that people who consume the highest amounts of flavonoids and proanthocyanidins, a subgroup of flavonoids, were 44 percent less likely to develop oral cancer, 40 percent less likely to develop laryngeal cancer, and 30 percent less likely to develop colon cancer compared to others.

AVOCADO
Avocados contain lutein, an anti-cancer carotenoid. Lutein lowers the risk of prostate cancer in men and protects eyes against fatal diseases like macular degeneration and cataracts. Another cancer-fighting component of avocado is glutathione that can significantly cuts the incidence of oral and pharyngeal cancer. Avocados are also rich in potassium, vitamins, and heart-healthy fats.

STRAWBERRIES
Anti cancer action is actually related to the polyphenols contained in the berries, rather than in their antioxidant potential, as is commonly assumed. A diet containing a high proportion of strawberries or raspberries (5% or more of total diet) in animals, has been found to significantly decrease the number of esophageal tumors triggered by NMBA, a known powerful carcinogen. Ellagic acid appears to prevent the activation of carcinogenic substances into cellular toxins, causing them to lose their ability to react with DNA and induce mutations capable of triggering the onset of cancer. In addition, strawberry also contains a kind of amine substance, which has good effect in the prevention of leukemia and other diseases related with blood.

ACAI BERRIES
Laboratory studies have shown that acai berries can kill off cancer cells. Extracts from the berries can induced the death of leukemia cells. Other beneficial contents of acai are its antioxidants (found to be twice than in blueberries), omega fatty acids, protein, vitamins A and C, iron, and fiber.

NONI
According to recent studies, noni has properties that may be beneficial in preventing cancer. The extract from the tropical plant indicates some anti-cancer properties useful for the immune system. Moreover, noni contains carbohydrates, dietary fibers, niacin, calcium, iron and potassium.

GOJI BERRIES
It has been found out that goji berries contain selenium, a trace mineral that acts an antioxidant which can neutralize free radicals that damage cells and cause cancer. Goji berries are also rich in other nutrients and phytochemicals like amino acids, carotenoids like beta-carotene and zeaxanthin, polysaccharides, antioxidants, calcium, potassium, iron, zinx, and riboflavin.

MANGOSTEEN
Mangosteen is anti-cancer and helps cancer prevention.
Various studies have shown that phytoceuticals in Mangosteen (in some cases known to be its xanthones) have properties such as: anti-tumor (shrinks tumors), anti-leukemia, antifungal (critical for all cancer patients), antibacterial (to protect DNA), antioxidants (at least two dozen different kinds of xanthones are in the mangosteen fruit), antiproliferation, kills cancer cells and causes apoptosis (programmed cell death) for some types of cancer. This is a pretty impressive list of cancer credentials!

This fruit has countless health benefits like ant-ulcer, anti-aging, antiviral, antibiotic, antifungal, anti-depressant, anti-obesity, anti-allergenic, anti-cataract, and many more.

Mangosteen also contains: catechins, polyphenols, minerals and vitamins.

SOURSOP
Soursop has anti-cancer characteristics and is best for all types of cancer. The fruit is also anti-stress, anti-bacterial, antifungal, anti-depressant, and anti-worms.

POMEGRANATE
Studies have reported that the fruits contain phytochemicals that can suppress aromatase, an enzyme which converts androgen into estrogen and which is associated with breast cancer. Furthermore, clinical trials have shown the pomegranate extracts can prevent prostate cancer in men.

KIWI
Kiwi contains plenty of vitamins, especially vitamin C, the content of which is 4 to 12 times as that of orange. Through the researches in recent years, it is confirmed that kiwi contains a kind of active ingredient, which can block the formation of carcinogenic "nitrosamines" in the human body. As a result, it has a good effect in preventing cancer.

APPLE
Apple peels contain as many as a dozen cancer-fighting chemical compounds, according to a study conducted by researchers at Cornell University and published in the Journal of Agricultural and Food Chemistry.

"We found that several compounds have potent anti-proliferative activities against human liver, colon and breast cancer cells, and may be partially responsible for the anti-cancer activities of whole apples," said Rui Hai Liu, an associate professor of food science.

The researchers extracted each individual chemical compound found in the peels of 230 pounds of Red Delicious apples. They then tested these compounds individually against cultures of cancer cells in the laboratory. They identified 12 compounds, called triterpenoids, which inhibited the growth of cancer cells or even killed them.

Source: pguims-random-science.blogspot.com, lookchem.com, cancertutor.com, valeriebelew.hubpages.com, naturalnews.com

Tuesday, July 17, 2012

Tokoh Murid Gemilang MES 2011



Penerima Anugerah Tokoh Murid Gemilang 2011, SMK Methodist, 35900 Tg. Malim.
TIVYA AINGARI A/P GANESAN
Biodata

Tivya Aingari a/p Ganesan dilahirkan di Seremban, Negeri Sembilan Darul Khusus pada 27 Julai 1994, anak kedua daripada 3 orang adik-beradik kepada pasangan Encik Ganesan a/l Suppiah, PK Kokurikulum, SMK Methodist, Tg. Malim dan Puan Devi a/p Maniam, PK Pentadbiran, SMJK Katholik, 35900 Tanjong Malim, Perak Darul Ridzuan.

Sejak bangku sekolah rendah lagi, Tivya Aingari cemerlang dalam bidang akademik dan kokurikulum sehingga membolehkan beliau memperoleh  keputusan yang cemerlang, yakni 4A, 1B (UPSR), 7A (PMR) dan 10A (6A+, 2A, 2A-) dalam SPM 2011.

Tivya Aingari merupakan murid yang aktif dalam bidang kokurikulum. Keterampilan diri Tivya Aingari cukup terserlah apabila beliau mewakili sekolah dan memenangi pelbagai pertandingan sama ada di peringkat daerah, negeri Perak, dan kebangsaan. Antara kejayaan beliau ialah Johan Kategori Terbuka Liga Lego Utama Kebangsaan 2010, Sagu Hati dalam Pertandingan Koir Lagu Patriotik Kebangsaan 2010, Naib Johan Anugerah Tokoh Nilam Negeri Perak 2010, Naib Johan Pertandingan Bahas Ala Parlimen Bahasa Inggeris Negeri Perak 2011, Naib Johan Syarahan Bahasa Inggeris Daerah Batang Padang 2011, di samping beberapa penyertaan aktif dalam acara daerah, negeri dan kebangsaan seperti Kuiz Kimia Kebangsaan, Larian Hari Guru Antarabangsa 2010, Ujian Pendidikan dan Undang-undang Kemanusiaan Antarabangsa Bulan Sabit Merah dan Pertandingan “Spell-It-Right” peringkat negeri.

Beliau pernah mengungguli jawatan sebagai Pengerusi Persatuan Bahasa Inggeris (2011), Presiden Bulan Sabit Merah Malaysia (2011), Timbalan Pengerusi Kelab Permainan Dalam (2011) dan AJK Kelab Penulisan Kreatif, Kelab Robotik dan Skim Lencana Anti-Dadah.

Sebagai Ketua Pengawas Sekolah (2011), Tivya Aingari, telah berjaya mengungguli beberapa anugerah, iaitu Anugerah Gemilang Khas Naib Johan Tokoh Nilam Negeri Perak (2010), Anugerah Gemilang Kokurikulum Akademik (2011) dan Anugerah Kecemerlangan Akademik (2008).

Tivya Aingari amat mengutamakan nilai-nilai disiplin diri semasa di bangku sekolah, amat menghormati guru-guru dan gemar membaca sejak sekolah rendah lagi. Syabas dan tahniah, Tokoh Murid Gemilang SMK Methodist, Tg. Malim 2011 - Sdri. Tivya Aingari a/p Ganesan!

Ucapan Ketua Pengarah DBP



Ucapan Ketua Pengarah DBP: Pelancaran Pelan Tindakan Strategik DBP Memartabatkan Bahasa dan Persuratan Melayu
UCAPAN KETUA PENGARAH
MAJLIS PELANCARAN PELAN TINDAKAN STRATEGIK DBP 2011-2015
OLEH YAB TIMBALAN PERDANA MENTERI
(13 JULAI 2012)


Assalamu`alaikum warahmatullah
Salam sejahtera
Salam 1 Malaysia
Salam 1 Bahasa
Saudari pengacara majlis
Yang Amat Berhormat Tan Sri Dato’ Hj. Muhyiddin bin Mohd. Yassin
Timbalan Perdana Menteri Malaysia
Yang Berbahagia Dato’ Dr. Rosli bin Mohamad
Ketua Setiausaha Kementerian Pendidikan Malaysia
Yang Berbahagia Prof. Dato’ Dr. Md. Salleh bin Yaapar
Naib Pengerusi Lembaga Pengelola Dewan Bahasa dan Pustaka
Yang Berhormat Datuk Wira Othman bin Ahmad
Yang Dipertua Dewan Undangan Negeri Melaka
Yang Berbahagia Anggota-anggota Lembaga Pengelola Dewan Bahasa dan Pustaka
Sasterawan Negara
Timbalan Ketua Pengarah, Pengarah-Pengarah Jabatan, Ketua-Ketua Bahagian
Hadirin dan hadirat yang saya muliakan

Alhamdulillahi rabbal `alamin. Wassalatu wassalamu `ala asyrafil ambiai warmusalin. Wa`ala alihi wasahbihi ajmain.

Ke hadrat Allah kami warga DBP merafakkan kesyukuran atas kurniaan nikmat yang dilimpahkan-Nya sehingga rancangan dan persiapan untuk mengadakan Majlis Pelancaran Pelan Strategik DBP dalam memartabatkan bahasa dan persuratan Melayu, bersempena dengan ulang tahun ke-56 DBP dapat dilangsungkan pada pagi ini, pagi hari Jumaat penghulu semua hari.

Rakaman penghargaan yang setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih kami hadapkan kepada YAB Tan Sri Dato’ Hj. Muhyiddin bin Mohd. Yassin, Timbalan Perdana Menteri yang menerima undangan DBP untuk melancarkan Pelan Tindakan Strategik DBP bagi Memartabatkan Bahasa dan Persuratan Melayu. Kehadiran dan iltizam YAB Tan Sri yang senantisa menyokong, memberikan gagasan dan pimpinan serta menaungi semua perancangan dan gerak kerja DBP amat kami hargai.

Ketegasan Tan Sri dalam mempertahankan Dasar Bahasa Kebangsaan dan Dasar Pendidikan Kebangsaan, iaitu dua dasar negara yang amat rapat dengan peranan DBP insya-Allah mendapat sokongan padu semua warga kerja DBP, dalam bentuk pengisian program yang berkaitan dengan segala upaya memajukan bahasa dan persuratan Melayu, bukan sahaja dalam pengayaan dan pemantapan aspek korpus atau sistem bahasa, bahkan juga dalam peluasan penggunaan bahasa Melayu dalam semua sektor kehidupan bertamadun di negara ini.

YAB Tan Sri, hadirin dan hadirat yang mulia,

Kami warga kerja DBP bergerak atas dasar mendukung falsafah pembinaan negara yang bersepadu atau holistik, dengan mengambil tanggungjawab memenuhi keperluan negara untuk mempunyai bahasa negara yang dapat menjadi teras jati diri rakyat yang merdeka dan bermaruah, bahasa yang dapat menjadi wasilah perpaduan rakyat berbilang keturunan dan bahasa yang cekap dan berkesan untuk urusan pentadbiran, undang-undang, pendidikan dan semua sektor lain. Kami bergerak atas landasan Perlembagaan Persekutuan yang memperuntukkan kedudukan dan peranan bahasa Melayu sebagai bahasa kebangsaan dan bahasa rasmi dan juga atas landasan undang-undang negara yang lain, khususnya Akta Bahasa Kebangsaan, Akta Pendidikan dan Akta DBP sendiri.

Pelan Tindakan Strategik yang kami rancang dengan berdasarkan penilaian semula Sasaran Kerja Utama 2011-2015 memperhitungkan faktor perkembangan, cabaran dan keperluan semasa yang perlu kami tangani dengan berkesan; antaranya MBMMBI, Kajian Semula Pendidikan Kebangsaan, Pelancaran Pekeliling Bilangan 9 Jabatan Perkhidmatan Awam yang mempertegas pelaksanaan penggunaan bahasa Melayu pada 28 Oktober 2011, penyuburan budaya ilmu, peluasan media sosial dan teknologi maklumat dan komunikasi yang kian canggih.

Perkembangan bahasa dan persuratan Melayu yang meskipun memperlihatkan kemajuan yang meyakinkan sesudah lebih setengah abad negara kita merdeka, ternyata masih memerlukan perhatian dan perencanaan yang lebih rapi dan serius, terutama untuk memastikan bahasa negara itu dihormati, dimuliakan dan didaulatkan dengan pelaksanaan penggunaannya seluas-luasnya dalam semua sektor – pentadbiran, pendidikan, media am (cetak dan elektronik), undang-undang, tempat awam, ekonomi dan perhubungan awam.

Masih menjadi impian kita bahawa bahasa Melayu patut diutamakan dalam semua majlisrasmi dan acara rasmi yang berlangsung di tanah air tercinta ini. Masih kita dambakan keadaan bahasa Melayu dijadikan “pakaian diri” dalam pelbagai bentuk perhubungan, baik dalam kalangan pemimpin, penjawat awam, pelaksana media am dan firma swasta serta masyarakat awam, tanpa menafikan keperluan menguasai dan menggunakan bahasa asing untuk keperluan yang khusus.

Demikian juga, kian nyaring suara yang mencabar kedudukan bahasa Melayu sebagai bahasa kebangsaan, bahasa rasmi dan bahasa penghantar utama sistem pendidikan kebangsaan. Tidak kurang pula kelunturan semangat kenegaraan, yang salah satunya ditandai oleh menipisnya kecintaan dan penghormatan kepada asas-asas negara, termasuk bahasa kebangsaan. Kecenderungan beberapa pihak untuk terus menggerakkan agenda melayukan bahasa Melayu sebagai bahasa berwibawa, termasuk dalam bidang ilmu masih tampak jelas. Kekurangan khazanah persuratan ilmu dalam pelbagai bidang ilmu dan maklumat untuk pelbagai golongan dan lapisan rakyat masih menjadi mimpi sedih untuk kebangkitan suatu tamadun besar bangsa dan negara kita.

YAB Tan Sri dan hadirin hadirat,

Itulah sebahagian asas yang menggerakkan kami warga kerja DBP menilai semula hala tuju, program dan pengisian dasar bahasa melalui Sasaran Kerja Utama lima tahun yang insya-Allah akan disusuli dengan pelan tindakan strategik hingga tahun 2020, selaras dengan pencapaian ” taraf negara maju dalam acuan sendiri”. Selain mempertegas falsafah, wasasan, misi, nilai-nilai teras DBP, kami memberikan perhatian khusus kepada cabaran-cabaran semasa dan cabaran masa hadapan yang diduga, tumpuan strategik dan pelan tindakan, impak pelan tindakan strategik dan faktor kritikal kejayaan.

Beberapa program yang berimpak tinggi seperti Program Audit Bahasa, Program Ziarah Bahasa (yang melibatkan pemimpin negara di sema kementerian, ketua setiausaha kementerian, naib canselor dan ketua eksekutif badan berkanun serta firma swasta), penerbitan berpakej menurut bidang ilmu untuk pelbagai peringkat pengguna, peluasan maklumat dan khidmat melalui laman sesawang rasmi dan laman sosial serta pembudayaan bahasa dan sastera dalam kalangan masyarakat seluas-luasnya insya-Allah kami rencanakan dan laksanakan sebaik-baiknya.

Mudah-mudahan dengan landasan yang jelas dan terarah serta memenuhi keperluan negara, DBP dapat terus memberikan sumbangan dalam pembinaan dan pembangunan negara, khususnya dalam aspek falsafah, pemikiran dan budi. Kami mengalu-alukan kerjasama dan pelibatan semua pihak untuk menjayakan program memartabatkan bahasa dan persuratan Melayu sebagai salah satu teras tamadun negara.

Bagi pihak semua warga kerja DBP, saya sekali lagi merakamkan ucapan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada YAB Tan Sri Dato’ Hj. Muhyiddin bin Mohd. Yassin, Timbalan Perdana Menteri Malaysia atas kehadiran untuk melancarkan Pelan Tindakan Strategik DBP dalam memartabatkan bahasa dan persuratan Melayu. Terima kasih jua kepada semua dif kehormat dan hadirin hadirat yang sudi meraikan majlis pada pagi ini.

Wabillahi hidayah wattafik, wassalamu `alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Pejabat Ketua Pengarah
Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia
13 Julai 2012

Hari Anugerah Gemilang MES 2012


MAJLIS HARI ANUGERAH GEMILANG, SMK METHODIST, 35900 Tanjong Malim, Perak Darul Ridzuan pada 19 JULAI 2012 (Khamis) di Dewan MES mulai 2.00 petang.
Tetamu Kehormat:
YBhg. Encik Kuganeswaran a/l Nadarasa, Jurutera, JKR Daerah Batang Padang.

Sunday, July 15, 2012

MES - Naib Johan Koir Lagu Patriotik Negeri Perak 2012



Syabas dan tahniah kepada pasukan Koir MES kerana muncul sebagai Naib Johan Pertandingan Koir (KRN) Lagu-Lagu Patriotik Negeri Perak 2012. Terima kasih jua kepada Sdra. Tan Yu Hang (Alumni MES) kerana sudi menghulurkan tunjuk ajar dan bimbingan kepada anak-anak didik Koir MES. MES Boleh! Salam.

Friday, July 13, 2012

Cek untuk MES


Majlis penyampaian cek sekolah-sekolah mubaligh Negeri Perak telah disempurnakan oleh YB Dato' Mohammad Zahir bin Abdul Khalid, DPMC, AMP, Pengerusi Jawatankuasa Pelajaran, Pengajian Tinggi, ICT, Sumber Manusia, Sains dan Teknologi Negeri Perak pada 13 Julai 2012 di Dewan Besar, SMK St. George, Taiping.
Tahniah, SMK Methodist, 35900 Tanjong Malim. Salam. 





Thursday, July 12, 2012

Tema dan Persoalan - Erti Sebuah Pengorbanan


Analisis Novel BM Tingkatan 2 - Erti Sebuah Pengorbanan
Penulis: Zaihanim Zainal Abidin
Tajuk: Tema dan persoalan

TEMA:
Cabaran hidup dalam zaman remaja.
Seorang palajar Tingkatan Satu dipaksa menghadapi dunia penceraian antara ibu bapanya.

Contoh:
Iman Zulaikha tinggal bersama dengan datuk dan neneknya.  Walau bagaimanapun,  dia ingin memulihkan  hubungan ibu bapanya yang telah putus semula.

PERSOALAN:
1) Nilai persahabatan yang berharga. Contohnya, Iman, Pei Wen, Ai Ling, Zulkarnain dan beberapa orang lagi telah menjalinkan pertalian persahabatan yang karib serta bersedia untuk menghulurkan tangan dalam pelbagai hal. Mereka juga selalu berdiskusi tentang masalah keluarga mereka.

2) Perbezaan kaum tidak menghalang persahabatan. Contohnya, Iman dan Pei Wen saling mengunjungi dan hubungan mereka agak rapat walaupun berlainan kaum, bangsa dan agama.

3) Perasaan iri hati yang tidak disukai oleh orang lain. Contohnya, Linda yang suka menunjukkan perasaan tidak suka akan Iman. Linda juga telah menghilangkan buku diari Iman yang mengandungi isi-isi pidato.

4) Peranan ibu bapa amat penting dalam keluarga khususnya terhadap anak-anak. Ibu Iman yang meneruskan pelajarannya di New Zealand sering bertanyakan khabar kepada Iman melalui e-mel manakala bapanya pula akan balik ke kampung untuk menziarahi datuk dan nenek Iman dan juga Iman jika dia ada masa yang terluang.

Hasil kajian dan rujukan:
Ng Weng Hong, Tingkatan 2 Hijau, SMJK Katholik, 35900 Tanjong Malim, Perak Darul Ridzuan.


Wednesday, July 11, 2012

Senamrobik 1M1S1M 2012











SENAMROBIK SERENTAK 1MURID 1SUKAN 1MALAYSIA pada 10 Julai 2012 di padang SMK Methodist, Tg. Malim.

Senamrobik 1M1S1Malaysia 2012


Gambar nostalgia sebelum Senamrobik 1Murid 1Sukan 1Malaysia pada 10 Julai 2012 di SMK Methodist, 35900 Tg. Malim.

Tuesday, July 10, 2012

KAK AZAH


Kak Azah touched hearts of many
By JOHAN JAAFFAR

Kuala Lumpur:

IT is an understatement to suggest that the late Azah Aziz (Kak Azah Aziz to most people who knew her) was passionate about language, culture and the arts.

For, she believed language is the best manifestation of the soul of the people, while culture and the arts best reflect the mind and tradition of any race.

She was more than that. She was also an indefatigable crusader for the women's cause.
I must confess, I am an admirer of her works. When I joined the Utusan Melayu group in 1992 as the chief editor, I was fully aware of her contributions there.

From 1973 to 1978, she oversaw the woman's section of Utusan Malaysia as well as advising Wanita, one of the oldest and the most successful magazines in the stable. Wanita was more than 25 years and it needed a revamp badly.

The size was odd and advertisers were shying away. I sought her guidance.
She told me that Wanita was unique. She said we should handle the magazine with care, "don't antagonise the traditional readers, but entice the younger readers with style and finesse".

I shall always remember this: do it with style and finesse, if you have to make changes. And in a typical Kak Azah fashion, she concluded with a proverb: "Jangan sampai apa dikejar tak dapat, dikendung keciciran." (Don't go after the rainbow while discarding whatever you have). Prior to that, I was also working on the revamp of the daily, Utusan Malaysia, and its weekly edition, Mingguan Malaysia.


Her advice: "Pelihara bahasa, gunakan bahasa yang baik," (take care of the language usage). Language was everything to her. The usage differentiates a quality newspaper from the not. Those who have been blessed to work with her will remember how she treated language as a vehicle for communication.To her, language is alive, it has a soul, and more importantly, she believed in the power of words and phrases. The creative realm is a vast universe, shrouded with mystery, yet very much part of the Malay psyche, manifested by the best usage of language.

On many occasions when I was the chairman of Dewan Bahasa dan Pustaka, she complained about the quality of language in the media.

She spread the love for language to children for she believed inculcating good values begins early. Literature helps in nurturing adab dan susila (courtesy and decency). She wrote countless books for children, ranging from pantun to children games and story telling. She wrote Adik Sayang, Puisi Kanak-kanak and Marilah Bermain. She published Di Taman Seni, an introduction to Malay handicraft for children. Dendang dan Dondang Kanak-kanak was written with Dr Ariff Ahmad to introduce traditional Malay songs to kids. She published Selayang Kenangan, a collection of essays on women issues, traditional dresses and handicraft in 1990.

Remember, being Kak Azah, she would not be contented with just a name. It must sound right, and in the case of Pancaindera, the entertainment supplement of Mingguan Malaysia, poetic. Even today, they retain the name. I did many changes to the name of the sections, but Kak Azah's coinage, I dare not touch. Kak Azah, the wordsmith, made "busana" (clothing) hip, chick and urbane. Just add the ornaments and jewellery, "busaneka" became part of the fashion icon.

After all, her love for traditional clothes was legendary. The baju kurung was almost her official outfit; she'd never leave home without it. One of her books, Rupa dan Gaya: Busana Melayu, published in 2006 by Penerbit Universiti Kebangsaan Malaysia, is testimony to that interest.

Sharifah Azah Mohammad Alsagoff, born on Aug 21, 1928, in Singapore, didn't go far in her studies, which was abruptly interfered during the war.

She married Ungku Aziz at the age of 17 and joined the Malay Studies Department of the University of Malaya in Singapore doing secretarial jobs. When Ungku Aziz became the vice-chancellor, they moved to Kuala Lumpur.

She was the secretary for the then Straits Times editor-in-chief Leslie Hoffman. Perhaps he saw in Kak Azah the tenacity and the inquisitiveness of a journalist. He introduced her to world of journalism. She never looked back.

In Berita Harian and later Utusan Malaysia, she worked with some of the great names in journalism -- A. Samad Ismail, Mazlan Nordin, A. Samad Said, Zainuddin Maidin and Ishak Haji Muhamad -- to name a few.

Kak Azah came from a very distinguished Johor family. She was the niece of Datuk Onn Jaafar, the first menteri besar of Johor and the founder of Umno. Her mother, Azizah Jaafar, had a big influence on her. Azizah was one of the pioneers of what was known back then as a domestic science studies. One of the schools in Johor Baru bears her name: Sekolah Rumah Tangga Azizah.

Kak Azah was touched by the realities of the misogynist attitude in a male-dominated society.
She championed for women to be acknowledged in their works, getting the same pay and fighting for their legal rights. For that reason, she was one of the founders of Pertubuhan Tindakan Wanita Islam.

Kak Azah was known as the wife of Ungku Aziz, one of the greatest minds the country has ever known. Their only child, Tan Sri Zeti Akhtar Aziz, is governor of Bank Negara. They both loved pantun and the Japanese haiku and they shared the passion for culture. Ungku Aziz's latest book, Pantun dan Kebijaksanaan Akal Budi Melayu (Pantun and the Wisdom of the Malay Mind) was a product of thousands of hours going through 16,000 pantun to select 78 to be studied.

Biographer and novelist Zaharah Nawawi wrote Azah Aziz: Kartika di Langit Seni in 2002. It tells half the story of this incredible lady, from her childhood years to 1993. But Zaharah was right about the analogy, kartika (Indonesian, which means a star). Kak Azah was indeed one of the brightest stars in the castellation of language, culture and the arts in this country. She was a mother to many, a legend in her own right, and icon among women.

We will miss her dearly.

(NST – 10th JULY 2012)

Monday, July 9, 2012

Laporan MMM Amal Alumni MES 2012



LAPORAN MAJLIS MAKAN MALAM AMAL ALUMNI MES 2012

Pada 16 Jun 2012, bersamaan Sabtu, 7.30 malam bertempat di Kompleks Sukan Proton Tanjong Malim, Persatuan Alumni SMK Methodist Tanjong Malim atau ringkasnya, MESA dengan kerjasama Lembaga Pengelola Sekolah dan PIBG, SMK Methodist, Tg. Malim telah menganjurkan Makan Malam Amal Alumni MES 2012.

Objektif utama penganjuran makan malam tersebut adalah untuk mengutip dan meningkatkan dana kutipan Tabung Pembangunan Sekolah, khususnya dalam usaha untuk merealisasikan pembinaan sebuah dewan terbuka yang berbumbung di Dataran Perhimpunan Goodwill. Dewan tersebut nanti akan berfungsi sebagai dewan serbaguna, dewan peperiksaan dan dataran perhimpunan yang selesa untuk murid-murid dan guru.

Sebanyak 900 tiket, yakni untuk 90 meja makan  telah berjaya dijual kepada bekas murid (1950-an hingga 2000-an), ahli profesional, ahli korporat tempatan, badan-badan bukan kerajaan, guru-guru, ibu bapa, masyarakat tempatan dan orang perseorangan dari seluruh pelosok tanah air.

En. Suresh Kumar (Alumni MES) dan Pn. Arne Suzila bertindak sebagai juruacara Majlis Makan Malam Amal Alumni MES 2012. Majlis ini  dimulakan dengan ucapan Pengerusi MESA, Yang Berbahagia Profesor Dr. Yang Farina binti Abdul Aziz. Seterusnya, ucapan Pn. Hajah Zaharah bt Rani, Penolong Kanan Pentadbiran mewakili Pengetua, SMK Methodist, Tg. Malim.

Majlis Makan Malam Amal Alumni MES 2012 ini telah dirasmikan oleh YB Dato’ Ong Ka Chuan, Ahli Parlimen Kawasan Tanjong Malim (Sumbangan YB Dato’ pada malam tersebut – RM 50,000.00) dan diikuti persembahan video korporat MES oleh Cik Aimi Syazwani. Pelbagai gambar lama bekas murid MES, pencapaian murid MES, latar belakang sekolah mutakhir dan pelan cadangan pembinaan Dewan Terbuka Goodwill turut ditayangkan untuk tontonan para audiens.

Jamuan makan disediakan oleh pihak pengusaha restoran Garden Seafood Tanjong Malim. Sebagai halwa telinga,  pasukan koir MES telah mempersembahkan tiga buah lagu, iaitu lagu sekolah, Lux Et Veritas, Budi Bahasa Budaya Kita dan Lightly Row di sampong persembahan Tai Chi oleh Sifu Kenny Yau (Alumni 1978) yang juga merupakan bekas murid MES bersama – sama dengan tiga orang muridnya. Persembahan ini telah mendapat sambutan hangat daripada para hadirin, khasnya dendangan muzik tradisional masyarakat Tionghoa dan disusuli pula paluan dan alunan muzik pasukan Caklempong MES, iaitu Bunyi Gitar dan Burung Nuri.

Seterusnya, majlis telah diserikan oleh persembahan deklamasi sajak, “Terima kasih, Cikgu” dan bidaan antologi cerpen dan sajak hasil nukilan Encik Chai Loon Guan (Alumni MES 1977). Para hadirin turut terhibur oleh persembahan artis tanah air, iaitu YBhg. Datuk DJ Dave (bekas murid MES – 1966). Beliau telah mempersembahkan beberapa buah lagu khas untuk para bekas murid dan guru MES. Beberapa orang bekas murid MES turut menyertai beliau dalam nyanyian tersebut, khususnya lagu “Maafkanlah”. Makan Malam Amal Alumni MES 2012 berakhir dengan persembahan tarian Satu Malaysia MES sebagai penutup tirai sambutan. Terima kasih daun keladi, jika berpeluang dapatlah kita bertemu kembali. Salam Goodwill MES – Lux Et Veritas!

Catatan:
Sivagamy a/p Chandran,
Tingkatan 5 Sains 1,
SMK Methodist, 35900 Tg. Malim.




Sketsa - TERATAI HIDUP


Sketsa - TERATAI HIDUP oleh Zou Chuan-An

Karangan BM PMR - Kursus Motivasi


Anda telah mengikuti suatu kursus motivasi tentang teknik mengulang kaji yang berkesan di sekolah anda. Jelaskan teknik-teknik ulang kaji yang telah anda peroleh melalui kursus motivasi tersebut.

Pada hari Sabtu yang lalu, saya telah mengikuti suatu kursus motivasi yang dianjurkan oleh pihak sekolah. Kursus motivasi merangkum teknik mengulang kaji pelajaran yang berkesan sama ada di rumah atau di sekolah ini dianjurkan oleh Unit Bimbingan dan Kaunseling. Murid-murid yang akan menghadapi peperiksaan awam, iaitu Penilaian Menengah Rendah (PMR) dan Sijil Pelajaran Malaysia (SPM) turut diwajibkan menyertai kursus ini.
          
Pemudah cara kursus motivasi ini telah menggariskan beberapa teknik mengulang kaji yang efektif. Salah satu teknik ialah mencari kata atau frasa kunci sesuatu bab yang dipelajari. Mata pelajaran seperti Sejarah, Geografi dan Kemahiran Hidup boleh dipelajari secara mudah melalui teknik ini. Usaha ini juga dapat memudahkan proses mengulang kaji pelajaran sebelum pelajar atau calon menduduki peperiksaan.
          
Selain itu, kita boleh membuat nota atau catatan ringkas sendiri. Sebagai contoh, kita haruslah mencari isi-isi penting dalam sesuatu bab dan menyalin bahan tersebut dalam buku nota kecil yang mudah dibawa ke mana-mana sahaja. Sementara menunggu bas di perhentian bas, kita boleh membaca nota-nota tersebut sebagai langkah pengukuhan dan pengayaan. Nota-nota ringkas atau peta minda juga boleh dibuat dalam bentuk lakaran awan yang berkonsepkan ringkasan dan rumusan.
          
Di samping itu, pelajar juga dinasihati menggunakan kemudahan Internet untuk mengulang kaji pelajaran. Dengan adanya Internet, proses pembelajaran kita akan menjadi lebih mudah selain lebih banyak ilmu pengetahuan dan kemahiran yang dapat ditimba dari semasa ke semasa. Janganlah kita meniru maklumat yang terdapat dalam Internet bulat-bulat, sebaliknya perlu kita ambil daya usaha untuk menghalusinya sebelum dijadikan bahan rujukan tambahan.
          
Sebenarnya, belajar secara kumpulan atau lebih dikenali sebagai ‘study group’ juga merupakan salah satu teknik mengulang kaji pelajaran yang berkesan. Kita dapat berkongsi maklumat dan ilmu dengan kawan-kawan yang berbagai-bagai latar belakang dan kebolehan. Nota-nota ringkas atau catatan peta minda bolehlah kita guna pakai semasa sesi perbincangan dan perkongsian ilmu. Daya usaha tersebut dapat menjimatkan masa, lebih-lebih lagi ‘masa itu emas’.
          
Akhirulkalam, saya dapat mempelajari beberapa banyak teknik mengulang kaji pelajaran yang berkesan dan menarik melalui kursus motivasi ini. Oleh itu, pada hemat saya, kursus seumpama ini perlu diadakan dari semasa ke semasa pada masa-masa yang akan datang untuk membantu pelajar-pelajar mencipta kejayaan da kecemerlangan dalam bidang akademik, kokurikulum dan sahsiah diri.

Hasil Kerja:
Tan Jia Meng, Tingkatan 3 Meekness, SMK Methodist, 35900 Tanjong Malim, Perak Darul Ridzuan.

Sunday, July 8, 2012