Hadiah Sastera Perdana Malaysia 2008/2009

Hadiah Sastera Perdana Malaysia 2008/2009
Penulis (Guru Cemerlang BM dan Munsyi Dewan) menerima Hadiah Sastera Perdana Malaysia 2008/2009 daripada YAB Tan Sri Dato' Hj. Muhyiddin Hj. Mohd Yassin, Timbalan Perdana Menteri Malaysia di Dewan Bankuet, Menara DBP, Kuala Lumpur pada 30 November 2010.

Tuesday, January 27, 2009

Sajak V - Meniti Pelangi Duka

MENITI PELANGI DUKA

Kulebarkan sayap bebas
Di buana hidup
Agar dapat kuterokai luas saujana alam
sketsa duka gunung-ganang yang pincang
sketsa lara sungai, tasik dan laut yang malang

Kulebarkan sayap bebas
Di sarwajagat hidup
Agar dapat kusaksikan panorama alam
Wajah pengungsi yang buas
Wajah pengungsi yang culas
Rimba diteroka kali dinoda
Atas nama pembangunan
Dan, berguguranlah dedaun kering
Melatari landskap bumi
Yang lesu diikat derita
Yang pilu dihambat sengsara

Kulebarkan sayap bebas
Di cakerawala maya
Agar dapat kutiti gegaris pelangi
Yang melingkungi buana duka lara dan gundah-gulana bumi
Sempat aku kutip setiap cemar noda
Sempat aku hitung setiap sengsara luka
Untuk aku kembalikan buat santapan
Sang penguat kuasa yang lapar
Sang perakus yang liar!

Chai Loon Guan,
Jabatan Bahasa Melayu, SMK Methodist, Tg.Malim.


(JENDELA UTARA DBP WILAYAH UTARA - Disember 2008)

Sajak IV - Ceritera Seorang Ibu Tua

CERITERA SEORANG IBU TUA

Pernah bermadah pujangga
syurga di hujung tapak kaki ibu
kasih ibu persis nur mulia
menerangi kegelapan dunia
menyinari kesuraman jiwa
biarpun sejarah pernah menotelunkan
kisah seorang ibu ditinggalkan sepi di rumah kebajikan
kendatipun pernah ia membesarkan anak-anak
di teratak usang bernama rumah
rumah kedaifan rumah kecekalan
rumah ketabahan rumah ketakwaan
di desa pedalaman

bagaikan menatang minyak yang penuh
dijahitkan anak-anak
busana indah penuh kasih
dimasakkan anak-anak
makanan enak penuh tulus
kini, dewasalah anak-anak
penuh ilmu mahir di dada
berjawatan tinggi
bergaji lumayan
berumah banglo
bermobil mewah
bersuri bidadari
harta melimpah ruah
malangnya, si anak bertuah
di dunia alpa daratan lupa
gagal mencarikan ibu ruang teduh
buat penganyam kasih
gagal menumpangkan ibu bahu manja
buat pengubat rindu
tatkala usia kian dipanjat uzur
menunggu ia dalam pasrah
sebelum kembali ke rumah Pencipta

benarlah kata pujangga
tangan mulia ibu yang pernah mengayun buaian warisan
bisa melahirkan umarak yang mampu menggegar dunia
barangkali belum pasti sebenarnya
anak-anak cemerlang di persada gemilang
bisa menjaga seorang ibu yang papa
bisa menjaga seorang ibu yang tua!

Chai Loon Guan,
Jabatan Bahasa Melayu, SMK Methodist, Tg. Malim.